Pink Pencil citra's blog
Jangan merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang plagiat

Jumat, 14 September 2012

Sepotong Surat Untuk Pemilik Wajah Teduh

Diposting oleh Unknown di 12.04 0 komentar
Untuk seseorang yang baru-baru ini aku kagumi.
Aku adalah pengagummu yang pengecut, yang setiap hari hanya bisa menunggui sapaan riangmu saja.
Kamu seseorang yang sederhana, dengan senyum yang sangat sederhana namun begitu menawan.
Aku tak bisa berkata apapun, tentang apa sebenarnya perasaan yang bergejolak ini.
Rasanya begitu indah, sebenarnya ini perasaan apa?
Dan hingga suatu hari aku menyadari, bahwa damai itu ternyata mudah, hanya dengan memandangi wajah teduhmu maka aku akan bisa merasakan damai itu.
Untuk seseorang yang membuat aku masih ragu untuk memastikan rasa yang ada di dalam dada ini, taukah kamu, sejak percakapan kita tempo waktu itu, lalu setelah itu kamu menghilang untuk beberapa hari, hei kamu telah membuat aku gusar, gusar jika mungkin kita tak mungkin bisa bertemu lagi.
Untuk seseorang yang aku kagumi kesederhanaannya, kamu adalah seseorang yang baik, mungkin aku sok tahu ya, tapi sepertinya kamu memang baik kok, kamu ramah dan murah senyum, dan aku, aku ah entahlah aku hanya sekedar kagum atau ada sebuah perasaan yang lebih.
Untuk kamu, seseorang yang tak bisa aku sebut namanya dan aku harap percakapan kita tempo hari bisa kita sambung lagi dikemudian waktu.
:) 

Rabu, 18 April 2012

Kebersamaan Kita Semoga Akan Selalu Menyenangkan

Diposting oleh Unknown di 20.24 0 komentar
Nasib jadi anak bontot diantara temen-temen lain bener-bener penuh resiko di tambah-tambah postur badan yang masih kaya anak SMP. Ceritanya malem itu Aku, Burom sama Pepi, lagi pengen beli keripik basreng setan
 Ini adalah si basreng setan

Karena pas waktu itu motornya Burom lagi dipake sama embaknya 
  
tapi ini bukan motor aslinya burom

Jadilah pas waktu itu kita semua bonceng bertiga ke kota pake motornya aku
ini adalah kendaraan yang membawa kita melaju ke kota
 dan aku, adalah makhluk terngenes karena disuruh bonceng di depan burom layaknya anak-anak TK yang dijemput pulang sekolah sama emaknya.
Berhubung kita berboncengan bertiga layaknya keluarga bahagia, dan untuk ngambil foto kita waktu pas boncengan bertiga itu susahnya minta ampun, jadi gak ada deh foto pas berboncengan bertiga, maap ya....

Lalu kita muter-muter alun-alun kota, ngelewatin kampung-kampung dan anehnya orang-orang gak ada yang curiga pas waktu aku bonceng di depan itu, mungkin orang-orang juga pada nyangkanya aku masih anak-anak! *ergggghhh*

ckiiiiiiit, nyampe di akang-akang tukang basreng, tapi maap kita gak sempet minta foto bareng.

Lanjut! Beli Tela-tela.
ini foto abang tela-tela tampak belakang lagi menggoreng sesuatu


















































 Ini Burom sama Pepi lagi mengaduk-aduk apa coba?

eciah pepi lagi narsis sama tukang tela-tela

lalu aku, hahaha

pepi dan burom

Pepi eksis lagi dengan sumringah


aku dan burom

pepi ngitung duit

alun-alun pemalang waktu malem

Lalu kita pulang, eh kejebak lampu merah di perempatan sirandu.

ini suasana di lampu merah






Mungkin orang menyangka bahwa aku adalah anak kecil yang ikut kakaknya jalan-jalan atau dengan kata lain si Pepi dan Burom tengah ngemong aku (adeknya). *suram*


 ckiiiiiit, nyampe rumah deh
Saatnya makan Basreng setan , dan kita semua benar-benar kesetanan di buatnnya.


tersangka basreng yang membuat kita kesetanan *huaaaah* pedasss

Dan inilah tampang para korban kesetanan.

lihatlah betapa mengenaskan

dan lihat betapa rakusnya dia, mungkin benar-benar kesetanan

gak tahu deh harus ngomong apa lagi....

Dan begitulah kebersamaan kita akan selalu menyenangkan, meski masih kurang lengkap tanpa Wenk-wenk, Ipang, dan Intan. 

LOVE YOU ALL GIRLS


Minggu, 15 April 2012

Aku Mencintaimu Dan Kamu Mencintai Dia

Diposting oleh Unknown di 20.57 2 komentar

Menyakitkan adalah ketika mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang yang kita tidak ingin membiarkannya pergi, dan akan lebih menyakitkan lagi ketika meminta seseorang untuk tetap tinggal padahal mereka enggan untuk tinggal.


“Kenapa kamu sekarang berubah, kamu beda tak seperti dulu “ aku tertunduk dengan wajah sedih.
“Siapa? Aku? Hah! Kamu bilang aku berubah” bentaknya.
“Kamu kenapa sekarang  tak pernah perduli lagi sama aku, bukankah kamu tahu kalau aku sayang sama kamu” tanyaku lagi. “Masa bodoh, aku sudah bosan denganmu, kamu selalu bersikap berlebihan, kamu pikir kamu segala-galanya untukku” jawabnya penuh dengan amarah.

“Apa yang berlebihan? Semua aku rasa biasa saja, bukankah itu wajar karena aku pacarmu lalu aku ingin perhatian dari kamu karena kamu terlalu acuh“. “Tapi kamu, argggh kamu itu, mengapa ada wanita bodoh macam kamu!” bentaknya lagi. “kapan aku bisa berarti untuk kamu?”, tanyaku menahan air mata. “Berarti?, semua yang ada pada kamu tak pernah berati untukku” jawabnya seolah-olah tak menggunakan otaknya untuk berpikir. “Padahal segala tentang kamu selalu begitu berarti di mataku” kataku disertai tangis yang tak bisa aku tahan lagi. “Itu urusanmu” jawabnya singkat amat menyakitkan.
“Jadi apa arti kita selama ini?”, “semuanya tak berarti apa-apa untukku kamu mengerti itu” ucapnya dengan suara keras. “Lalu bagaimana dengan hubungan kita?” aku masih inginkan kejelasan, “ya kita sudahi saja” jawabnya ringan. “Tapi aku masih menyayangimu” aku meraih tangannya, “tapi aku tidak!!” ucapanya sembari menghempaskan tanganku.
 
Aku benci keadaan seperti ini,keadaan dimana aku berusaha menahan air mataku namun tetap tak bisa aku tahan, “Kamu lihat dia?” tanyanya menunjuk seorang wanita yang duduk membelakangi aku dan dia, di kejauhan. “Ya” jawabku singkat, dia hanya tersenyum sinis mendengar jawabanku, “siapa dia?” tanyaku lagi “dia adalah seseorang yang jauh lebih baik dari kamu” ucapnya masih mengambang.
“Dia? Dia perempuan yang duduk disana? Dia yang menjadi alasanmu meninggalkan aku?” aku memberondongnya dengan pertanyaan, “iya, dia lebih baik darimu dan aku mencintainya, dia jauh lebih tegar dan mandiri dari kamu, kamu adalah wanita bodoh dan cengeng yang selalu menggunakan air mata sebagai senjata andalanmu” kata-katanya amat sangat menyakitkanku. “Ya aku tahu aku memang bodoh, aku tak seluar biasa dia, dia bisa memberikan kamu segalanya” aku terisak meski sedari tadi aku mencoba menahan  tangisku, dia merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sapu tangannya untukku, aku hanya terdiam tertunduk.

“Kenapa harus aku  yang harus merasakan sakit karena sikapmu ini, kenapa, kenapa?” tanyaku dengan suara yang agak keras, aku benci saat-saat seperti ini, saat air mataku mengalir tanpa aku kehendaki.  “Lalu mengapa kamu dulu memilih aku untuk menjadi seseorang yang kamu cinta, jika kamu tahu ada wanita lain yang jauh lebih baik dari aku, sekarang apa mau kamu? Kamu ingin meninggalkan aku demi wanita itu?” aku mulai menyerah dengan sikap keras kepalanya, “ya” jawabnya amat begitu singkat, aku memeluknya erat, Tuhan mengapa perpisahan itu selalu menyakitkan, dia hanya terdiam mematung, sikapnya begitu dingin padaku. “Baiklah jika itu yang bisa membuat kamu bahagia, kejarlah cintamu bersama dia, lanjutkan kisah cintamu itu, bahagiakan dirimu bersama dia, pergilah jaga dirimu baik-baik dan jangan sakiti dia” ucapku mencoba tak menangis lagi, aku menatap kekasih barunya dari kejauhan, kekasih barunya itu masih tetap duduk membelakangi aku dan dia.

“Pergilah”, katakku padanya aku menarik nafas panjang berharap akan temukan ketenangan , “baiklah” ucapannya tak lagi penuh amarah dia membalas pelukanku, lalu kita berpelukan selama satu menit, aku biarkan dia melepaskan peluknya, dia memegang pundakku lalu berkata “aku harap kamu akan bahagia pula, meski tanpa sosok aku disampingmu” dia membalikan badannya dan berlalu meninggalkan aku, menghampiri kekasih barunya, seorang wanita yang membuat dia memilih untuk meninggalkan aku.
Dia meraih tangan wanita itu, lalu berjalan menjauh dan semakin menjauh meninggalkan aku yang masih tetap terpaku menatap kepergiannya.
Aku mencintaimu, dan kamu mencintai dia ucapku menatap kepergiaanya seiring bayangnya pun kian menghilang.

 Sangat menyakitkan karena perpisahan itu akan selalu satu paket dengan air mata

Kamis, 12 April 2012

Kamu Seseorang Yang Gemar Bermain Cinta

Diposting oleh Unknown di 21.10 0 komentar

Untuk seseorang yang senang menganggu jalan pikirku
Hei kamu lelaki yang hatinya mudah gamang, aku tak tahu kapan waktu yang tepat akan datang, waktu dimana aku bisa melupakanmu, waktu dimana aku dapat mencintai orang lain selain kamu.
Kamu lelaki yang terkadang sok bersikap tegar, padahal aku tahu kamu sebenarnya mudah lemah, dan kalut untuk masalah kecil sekalipun.
Heran, mengapa kamu begitu lemah dan kalut untuk masalah cinta? Bukankah cinta adalah permainanmu sehari-hari.

Untuk seseorang yang sampai saat ini masih berusaha aku usir dari hatiku.
Aku terkadang tak mengerti mengapa harus aku yang menjadi korban permainan atas cintamu, tak habis akal pula mengapa kamu bisa membuat aku jatuh cinta padamu.
Dan mengapa sampai saat ini aku masih belum bisa melupakanmu padahal bukan sebuah hal yang tak aku ketahui bahwa kamu begitu senang dan asyik mendua dengan wanita-wanita lain, aku begitu paham akan hal itu.
Terkadang aku sering menyalahkan diriku sendiri atas perasaan ini, mengapa aku begitu bodoh dengan jatuh hati padamu.
Aku kini terjatuh dan tak bisa menahan hatiku.
Entahlah biarkan aku sebut diriku ini sebagai looser saja yang menyerah atas segala sikap gilamu,
Begitukan? Ya aku memang looser yang kalah, seorang looser yang sampai saat ini masih mengharapkan  permainan ini untuk tak berakhir.

Untuk seseorang yang selalu membawa ingatanku menerawang jauh ke masa lalu,
terkadang aku berusaha menghibur diriku,
“Mungkin kamu tak bisa lagi membodohi aku dengan permainan-permainan cintamu lagi, mungkin kamu menganggap aku telah banyak mengetahui segala trik-trik busukmu, mungkin aku tak bisa kamu bodohi lagi,mungkin aku telah sulit untuk kamu akali dengan akal buayamu itu, sehingga kamu akan mencari wanita lain yang masih mudah untuk kamu tipu”

Untuk seseorang yang membuat aku menangis semalaman di tempat tidur.
Sering aku bertanya dalam benakku, sebenarnya apa ambisimu itu, apa ambisi yang kamu dambakan dalam duniamu yang penuh kepalsuan, mungkinkah pernah terpikirkan olehmu sesosok cinta sejati, sesosok satu-satunya cinta dan tak ada cinta-cinta lain lagi.
 
Untuk seseorang yang kedatanganya selalu bisa aku raba dengan firasatku.
Aku tak munafikan diri, jika didalam relung hati yang paling dalam perasaan itu masih tersimpan, meski telah terkikis seiring sikap-sikapmu yang acuh seperti tak perduli denganku dan kamu sering menghabiskan waktu dengan wanita-wanita lain.
Aku ingin kamu mengerti tentang hakikat Kesetiaan sesungguhnya.

Untuk seseorang yang sempat mengisi hari-hariku dengan penuh tawa,
Kamu tak pernah tahu betapa aku mencoba bernafas dan melangkah dengan ditemani bayang-bayang masa lalu bersamamu itu amat-sangat menyiksa.

Rabu, 11 April 2012

Matahari Memang Selalu Setia Pada Bumi

Diposting oleh Unknown di 21.53 0 komentar
Aku adalah matahari dan Dia adalah Bumi.
Matahari tetap selalu memberikan sinarnya,meski sang bumi tak henti-hentinya berotasi.
Walaupun banyak yang beranggapan bahwa matahari tak selalu ada karena matahari akan terbenam dikala menjelang malam dan akan terbit lagi ketika pagi hari.
Pada kenyataannya tidak, matahari tetap ada, matahari tak pernah terbit atau terbenam, matahari hanya membiarkan bumi untuk berotasi agar semua keadaan tetap seimbang,agar siang tetap menjadi siang dan malam akan tetap berada pada waktu malam.
Dan matahari memang selalu setia pada bumi, meski bumi selalu menduakan matahari, dengan bersanding dengan bulan.

Aku Ingin Kamu Hilang Rasa

Diposting oleh Unknown di 21.41 0 komentar
Terkadang dicintai seseorang menjadi hal yang amat sangat tidak menyenangkan ketika yang mencintai kita bukanlah orang yang kita cintai, Bukan berlaku egois hanya saja tak mau melihat orang yang mencintai kita merasa tersakiti ketika dia tahu bahwa cinta kita bukan untuknya.

Aku ingin kamu hilang rasa padaku.

Haruskah aku melempari kepalamu dengan batuan sampai kepalamu berdarah barulah kamu dapat hilang rasa kepadaku?.

 Haruskah aku bertindak layaknya orang gila dengan segala tingkah ketidak warasanku agar kamu dapat benar-benar hilang rasa kepadaku?.

 Atau haruskah aku tembakan senapan tepat dijantungmu, agar kamu hilang rasa lantas berbalik membenciku.

Mengapa? mengapa kau hanya bisa mengucapkan terimakasih untuk semua penolakanku untukmu, mengapa kau tak benci saja aku.

Jangan cintai hati ini, hati yang tak pernah bisa menghargai atas rasamu, kamu pantas bahagia dengan orang yang akan mencintaimu dengan tulus nanti tapi itu bukan aku, jangan harapkan aku menjadi seseorang yang akan mencintaimu, Karena aku mengerti bagaimana rasa sakitnya mencintai tanpa dicintai,maka aku harap tinggalkan aku, jangan terus sakiti dirimu dengan bertahan untuk mencintaiku.

Senin, 09 April 2012

Akulah Pengamatmu Dalam Diam

Diposting oleh Unknown di 20.21 0 komentar
Untuk seseorang yang aku kagumi.
Aku telah lakukan berbagai cara untuk menikmati bayangmu, ya hanya bayangmu yang dapat aku nikmati. Meski kau seringkali membelakangiku, namun untuk menatap punggungmu dari kejauhan itu adalah sebuah kebahagiaan yang lebih untukku.
Aku harap kau tak menatapkan wajahmu kali ini padaku, karena aku tak mau kamu tahu bahwa diam-diam aku telah mencuri-curi pandangan padamu, bagaimana rasa malunya aku ketika aku harus tahu bahwa sebenarnya kamu mengerti jika aku senang mengamati segala tentangmu,
aku harap kau takkan pernah tahu itu.
Ketika aku mengamatimu, dalam kejauhan itu, aku merasa berada dalam dimensi belahan dunia yang tak terbatas, disana hanya ada kamu yang asyik pada kesibukanmu sendiri dan aku yang terus mengamatimu.

Untuk seseorang yang aku kagumi,
Hey kamu tak suka makan pedas bukan? Dan kamu begitu takut pada bulu.
Kamu lucu sekali. Kamu yang hatinya sering goyah karena cinta-cintamu. Dan kamu yang tak terlalu paham tentang kerumitan tekhnologi.
Kamu itu sok tahu dan keras kepala, ah namun aku tetap mengagumimu.
Mengamatimu dalam diam itu benar-benar mengasyikan namun penuh resiko, resiko menanggung rasa canggung ketika tanpa sengaja wajah kita saling menatap.
Terkadang aku berpikir, mungkin lebih aman menjadi cicak di kamarmu saja, yang bisa setiap saat memandangmu tanpa perlu kamu curigai, dan tak perlu sembunyi-sembunyi, malu-malu, hanya decakan dan tatapku saja yang akan terus menemanimu.
Heran mengapa aku kalah dengan seekor cicak dia bisa selalu menemanimu selalu menatapmu, sedangkan aku untuk menatapmu itu membutuhkan banyak sekali nyali besar.

Untuk seseorang yang aku kagumi.
Mengamatimu dalam kejauhan, mungkin hanya itu saja yang bisa aku lakukan, dengan cara itu aku dapat mencintaimu dan menyelami segala tentangmu.

Untuk seseorang yang aku kagumi, terkadang kamu tampak murung, kenapa? Andai aku bisa menjadi tempatmu berbagi cerita,namun sepertinya tidak mungkin karena kamu tak pernah menganggap aku ada. Aku tak suka kamu murung, kamu bersedih, dan kalut aku tak suka kamu seperti itu. Tersenyumlah, bahagialah seperti adanya kamu, jangan murung dan berduka.

Untuk seseorang yang aku kagumi dalam diam,dan aku tak tahu mengapa mengamatimu itu menjadi rasa candu untukku.
 

citra's blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea