Pink Pencil citra's blog
Jangan merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang plagiat

Sabtu, 24 Agustus 2013

23 Agustus 2013

Diposting oleh Unknown di 08.35 0 komentar

Jumat 23 Agustus 2013

Baru aja ngerasain damainya kampung halaman eh harus balik lagi ke rutinitas normal, kembali kehingar bingar ibukota, yeaaah.

Naek bus Sinar Jaya dari terminal Pemalang, eh sebangku sama mas-mas.
Tadinya dieeeeem aja, lalu dia memulai pembicaraan 'turunnya dimana mbak?' 'Pulogadung' 'oh', sampe pada saat dia bener-bener kepengen pipis, lalu dia beli kacang terus nawarin 'eh mboten maturnuwun' jawabku singkat, ngobrol banyak sama dia tentang kerjaan dan ternyata kita sama-sama bekerja di bidang yang sama haha, nanyain bawa oleh-oleh apa ke jakarta 'peyek kacang ijo' 'loh kok sama' gak tau kenapa bisa nyampe banyak kebetulan gitu, sampe saat dia bilangin 'ati-ati idup di jakarta namanya cewek harus jaga-jaga, kamu berjiblab sikapnya juga harus bener' 'iya iya tp jilbab bukan jiblab' aku PROTES!, 'harus ikhlas namanya orang kerja itu, bukan cuma duniawinya aja yang dikejar, akheratnya juga harus seimbang' curiga sebenernya mungkin dia ustadh nyamar, 'mas sebenere sampean ki ustadh nyamar tho?' Tanyaku, 'hahaha ustadh nyamar dadi bencoleng opo piye?' Jawabnya sambil ngakak, sejauh itu kita tau nama masing-masing, dia ngaku-ngaku bernama darsono, aku gak percaya darsono itu nama jaman dulu, haha lalu dia bilang kalo nama dia 'dono', sepanjang perjalanan ketawa ngakak aja sama si mas darsono, padahal baru pertama kenal, ada polisi lewat, lalu dari dalem bis dia bilang 'pak iki penjahate' woh asemm!!, ngobrol banyak sih sama dia jadi gak bosen, dia lucu suka bikin ketawa mulu, suka lagu-lagu india, singkat cerita sampailah di terminal pulogadung, dia bilang 'kene bagi tugas aku gowo cangkinganmu, kowe gowo tasku' aku nurut aja, ternyata dia baeeek banget-banget, gak nyangka ada orang yang begitu baek sama orang yang baru di kenal mungkin ini yang dinamakan 'hukum tabur tuai' ya selagi kita baek sama orang laen, pasti bakalan di bales kebaekan juga, Mas Darsono eh Mas Dono terimakasih banyak udah mau direpotin, Kalo diliat dari penampilannya yang slengean banget dengan jeans yang sobek-sobek, orang-orang gak bakal nyangka kalo dia bisa bijak dan lumayan tau ilmu agama pemuda 25 tahun itu mengaku cuma lulusan SD, tapi dia tau banyak istilah-istilah kelas atas, yah belajar tak hanya di bangku sekolahan kan, dia meng'iya'kan.

Big thanks Mas Dono yang katanya lagi nyari jodoh, semoga dapet jodoh yang baek, haduh pokoknya terimakasih banyak deh ya.

*^▁^*

Rabu, 21 Agustus 2013

Cinta Tak Pernah Salah kok

Diposting oleh Unknown di 08.19 0 komentar
mungkin jika cinta bisa bicara, dia sudah menolak mati-matian ketika dia di jadikan alasan seseorang untuk berbuat hal 'terlarang', mungkin cinta akan bilang "hei dimana salahku? aku tak pernah menyuruh kalian untuk berbuat terlarang seperti ini". Jika cinta bisa berbicara mungkin dia sudah minta diajari ilmu agama. Jika cinta bisa bicara mungkin dia akan protes ''heh perbuatan kalian jelas-jelas salah, jangan selalu jadikan aku tersangka''. Dengar ini ya kalian, cinta itu suci, fitrah setiap manusia yang diberikan Tuhannya, masihkah ingin mengotori cinta??? Dengan mengkambing hitamkan dia atas perbuatan-perbuatan salahmu, BERPIKIR!!

Rabu, 14 Agustus 2013

Kamu dan Seekor Kupu-kupu

Diposting oleh Unknown di 12.47 0 komentar
Dulu aku kira, nyeri spontan di dada ini adalah masuk angin, ah atau mungkin kecapean, berhari-hari muncul tetapi nyeri itu juga cepat sekali menghilang, aku masih berpikir sebenarnya kenapa?? Berkali-kali aku coba meminum ramuan pereda masuk angin tapi tetap saja tak kunjung sembuh, nyerinya itu seperti, ah mungkin seperti ada semacam lonjakan di dada menuju perut, seperti ada seekor kupu-kupu yang tiba-tiba turun dari dalam dada menuju perut. Aku masih berpikir sebenarnya ini kenapa?? Hingga aku sadar perasaan nyeri yang seperti ada kupu-kupu terbang didalam dada turun menuju perut itu terjadi ketika tiba-tiba aku melihat kamu, melihat senyum kamu, sampai akhirnya aku baru sadar 'oh aku jatuh cinta padamu mungkin' haha lucu, lalu apa hubungannya kamu dengan nyeri dan kupu-kupu? Ya mungkin sekarang kupu-kupunya sedang tidur, lalu dia akan bangun ketika ada kamu.

Jumat, 14 September 2012

Sepotong Surat Untuk Pemilik Wajah Teduh

Diposting oleh Unknown di 12.04 0 komentar
Untuk seseorang yang baru-baru ini aku kagumi.
Aku adalah pengagummu yang pengecut, yang setiap hari hanya bisa menunggui sapaan riangmu saja.
Kamu seseorang yang sederhana, dengan senyum yang sangat sederhana namun begitu menawan.
Aku tak bisa berkata apapun, tentang apa sebenarnya perasaan yang bergejolak ini.
Rasanya begitu indah, sebenarnya ini perasaan apa?
Dan hingga suatu hari aku menyadari, bahwa damai itu ternyata mudah, hanya dengan memandangi wajah teduhmu maka aku akan bisa merasakan damai itu.
Untuk seseorang yang membuat aku masih ragu untuk memastikan rasa yang ada di dalam dada ini, taukah kamu, sejak percakapan kita tempo waktu itu, lalu setelah itu kamu menghilang untuk beberapa hari, hei kamu telah membuat aku gusar, gusar jika mungkin kita tak mungkin bisa bertemu lagi.
Untuk seseorang yang aku kagumi kesederhanaannya, kamu adalah seseorang yang baik, mungkin aku sok tahu ya, tapi sepertinya kamu memang baik kok, kamu ramah dan murah senyum, dan aku, aku ah entahlah aku hanya sekedar kagum atau ada sebuah perasaan yang lebih.
Untuk kamu, seseorang yang tak bisa aku sebut namanya dan aku harap percakapan kita tempo hari bisa kita sambung lagi dikemudian waktu.
:) 

Rabu, 18 April 2012

Kebersamaan Kita Semoga Akan Selalu Menyenangkan

Diposting oleh Unknown di 20.24 0 komentar
Nasib jadi anak bontot diantara temen-temen lain bener-bener penuh resiko di tambah-tambah postur badan yang masih kaya anak SMP. Ceritanya malem itu Aku, Burom sama Pepi, lagi pengen beli keripik basreng setan
 Ini adalah si basreng setan

Karena pas waktu itu motornya Burom lagi dipake sama embaknya 
  
tapi ini bukan motor aslinya burom

Jadilah pas waktu itu kita semua bonceng bertiga ke kota pake motornya aku
ini adalah kendaraan yang membawa kita melaju ke kota
 dan aku, adalah makhluk terngenes karena disuruh bonceng di depan burom layaknya anak-anak TK yang dijemput pulang sekolah sama emaknya.
Berhubung kita berboncengan bertiga layaknya keluarga bahagia, dan untuk ngambil foto kita waktu pas boncengan bertiga itu susahnya minta ampun, jadi gak ada deh foto pas berboncengan bertiga, maap ya....

Lalu kita muter-muter alun-alun kota, ngelewatin kampung-kampung dan anehnya orang-orang gak ada yang curiga pas waktu aku bonceng di depan itu, mungkin orang-orang juga pada nyangkanya aku masih anak-anak! *ergggghhh*

ckiiiiiiit, nyampe di akang-akang tukang basreng, tapi maap kita gak sempet minta foto bareng.

Lanjut! Beli Tela-tela.
ini foto abang tela-tela tampak belakang lagi menggoreng sesuatu


















































 Ini Burom sama Pepi lagi mengaduk-aduk apa coba?

eciah pepi lagi narsis sama tukang tela-tela

lalu aku, hahaha

pepi dan burom

Pepi eksis lagi dengan sumringah


aku dan burom

pepi ngitung duit

alun-alun pemalang waktu malem

Lalu kita pulang, eh kejebak lampu merah di perempatan sirandu.

ini suasana di lampu merah






Mungkin orang menyangka bahwa aku adalah anak kecil yang ikut kakaknya jalan-jalan atau dengan kata lain si Pepi dan Burom tengah ngemong aku (adeknya). *suram*


 ckiiiiiit, nyampe rumah deh
Saatnya makan Basreng setan , dan kita semua benar-benar kesetanan di buatnnya.


tersangka basreng yang membuat kita kesetanan *huaaaah* pedasss

Dan inilah tampang para korban kesetanan.

lihatlah betapa mengenaskan

dan lihat betapa rakusnya dia, mungkin benar-benar kesetanan

gak tahu deh harus ngomong apa lagi....

Dan begitulah kebersamaan kita akan selalu menyenangkan, meski masih kurang lengkap tanpa Wenk-wenk, Ipang, dan Intan. 

LOVE YOU ALL GIRLS


Minggu, 15 April 2012

Aku Mencintaimu Dan Kamu Mencintai Dia

Diposting oleh Unknown di 20.57 2 komentar

Menyakitkan adalah ketika mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang yang kita tidak ingin membiarkannya pergi, dan akan lebih menyakitkan lagi ketika meminta seseorang untuk tetap tinggal padahal mereka enggan untuk tinggal.


“Kenapa kamu sekarang berubah, kamu beda tak seperti dulu “ aku tertunduk dengan wajah sedih.
“Siapa? Aku? Hah! Kamu bilang aku berubah” bentaknya.
“Kamu kenapa sekarang  tak pernah perduli lagi sama aku, bukankah kamu tahu kalau aku sayang sama kamu” tanyaku lagi. “Masa bodoh, aku sudah bosan denganmu, kamu selalu bersikap berlebihan, kamu pikir kamu segala-galanya untukku” jawabnya penuh dengan amarah.

“Apa yang berlebihan? Semua aku rasa biasa saja, bukankah itu wajar karena aku pacarmu lalu aku ingin perhatian dari kamu karena kamu terlalu acuh“. “Tapi kamu, argggh kamu itu, mengapa ada wanita bodoh macam kamu!” bentaknya lagi. “kapan aku bisa berarti untuk kamu?”, tanyaku menahan air mata. “Berarti?, semua yang ada pada kamu tak pernah berati untukku” jawabnya seolah-olah tak menggunakan otaknya untuk berpikir. “Padahal segala tentang kamu selalu begitu berarti di mataku” kataku disertai tangis yang tak bisa aku tahan lagi. “Itu urusanmu” jawabnya singkat amat menyakitkan.
“Jadi apa arti kita selama ini?”, “semuanya tak berarti apa-apa untukku kamu mengerti itu” ucapnya dengan suara keras. “Lalu bagaimana dengan hubungan kita?” aku masih inginkan kejelasan, “ya kita sudahi saja” jawabnya ringan. “Tapi aku masih menyayangimu” aku meraih tangannya, “tapi aku tidak!!” ucapanya sembari menghempaskan tanganku.
 
Aku benci keadaan seperti ini,keadaan dimana aku berusaha menahan air mataku namun tetap tak bisa aku tahan, “Kamu lihat dia?” tanyanya menunjuk seorang wanita yang duduk membelakangi aku dan dia, di kejauhan. “Ya” jawabku singkat, dia hanya tersenyum sinis mendengar jawabanku, “siapa dia?” tanyaku lagi “dia adalah seseorang yang jauh lebih baik dari kamu” ucapnya masih mengambang.
“Dia? Dia perempuan yang duduk disana? Dia yang menjadi alasanmu meninggalkan aku?” aku memberondongnya dengan pertanyaan, “iya, dia lebih baik darimu dan aku mencintainya, dia jauh lebih tegar dan mandiri dari kamu, kamu adalah wanita bodoh dan cengeng yang selalu menggunakan air mata sebagai senjata andalanmu” kata-katanya amat sangat menyakitkanku. “Ya aku tahu aku memang bodoh, aku tak seluar biasa dia, dia bisa memberikan kamu segalanya” aku terisak meski sedari tadi aku mencoba menahan  tangisku, dia merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sapu tangannya untukku, aku hanya terdiam tertunduk.

“Kenapa harus aku  yang harus merasakan sakit karena sikapmu ini, kenapa, kenapa?” tanyaku dengan suara yang agak keras, aku benci saat-saat seperti ini, saat air mataku mengalir tanpa aku kehendaki.  “Lalu mengapa kamu dulu memilih aku untuk menjadi seseorang yang kamu cinta, jika kamu tahu ada wanita lain yang jauh lebih baik dari aku, sekarang apa mau kamu? Kamu ingin meninggalkan aku demi wanita itu?” aku mulai menyerah dengan sikap keras kepalanya, “ya” jawabnya amat begitu singkat, aku memeluknya erat, Tuhan mengapa perpisahan itu selalu menyakitkan, dia hanya terdiam mematung, sikapnya begitu dingin padaku. “Baiklah jika itu yang bisa membuat kamu bahagia, kejarlah cintamu bersama dia, lanjutkan kisah cintamu itu, bahagiakan dirimu bersama dia, pergilah jaga dirimu baik-baik dan jangan sakiti dia” ucapku mencoba tak menangis lagi, aku menatap kekasih barunya dari kejauhan, kekasih barunya itu masih tetap duduk membelakangi aku dan dia.

“Pergilah”, katakku padanya aku menarik nafas panjang berharap akan temukan ketenangan , “baiklah” ucapannya tak lagi penuh amarah dia membalas pelukanku, lalu kita berpelukan selama satu menit, aku biarkan dia melepaskan peluknya, dia memegang pundakku lalu berkata “aku harap kamu akan bahagia pula, meski tanpa sosok aku disampingmu” dia membalikan badannya dan berlalu meninggalkan aku, menghampiri kekasih barunya, seorang wanita yang membuat dia memilih untuk meninggalkan aku.
Dia meraih tangan wanita itu, lalu berjalan menjauh dan semakin menjauh meninggalkan aku yang masih tetap terpaku menatap kepergiannya.
Aku mencintaimu, dan kamu mencintai dia ucapku menatap kepergiaanya seiring bayangnya pun kian menghilang.

 Sangat menyakitkan karena perpisahan itu akan selalu satu paket dengan air mata

Kamis, 12 April 2012

Kamu Seseorang Yang Gemar Bermain Cinta

Diposting oleh Unknown di 21.10 0 komentar

Untuk seseorang yang senang menganggu jalan pikirku
Hei kamu lelaki yang hatinya mudah gamang, aku tak tahu kapan waktu yang tepat akan datang, waktu dimana aku bisa melupakanmu, waktu dimana aku dapat mencintai orang lain selain kamu.
Kamu lelaki yang terkadang sok bersikap tegar, padahal aku tahu kamu sebenarnya mudah lemah, dan kalut untuk masalah kecil sekalipun.
Heran, mengapa kamu begitu lemah dan kalut untuk masalah cinta? Bukankah cinta adalah permainanmu sehari-hari.

Untuk seseorang yang sampai saat ini masih berusaha aku usir dari hatiku.
Aku terkadang tak mengerti mengapa harus aku yang menjadi korban permainan atas cintamu, tak habis akal pula mengapa kamu bisa membuat aku jatuh cinta padamu.
Dan mengapa sampai saat ini aku masih belum bisa melupakanmu padahal bukan sebuah hal yang tak aku ketahui bahwa kamu begitu senang dan asyik mendua dengan wanita-wanita lain, aku begitu paham akan hal itu.
Terkadang aku sering menyalahkan diriku sendiri atas perasaan ini, mengapa aku begitu bodoh dengan jatuh hati padamu.
Aku kini terjatuh dan tak bisa menahan hatiku.
Entahlah biarkan aku sebut diriku ini sebagai looser saja yang menyerah atas segala sikap gilamu,
Begitukan? Ya aku memang looser yang kalah, seorang looser yang sampai saat ini masih mengharapkan  permainan ini untuk tak berakhir.

Untuk seseorang yang selalu membawa ingatanku menerawang jauh ke masa lalu,
terkadang aku berusaha menghibur diriku,
“Mungkin kamu tak bisa lagi membodohi aku dengan permainan-permainan cintamu lagi, mungkin kamu menganggap aku telah banyak mengetahui segala trik-trik busukmu, mungkin aku tak bisa kamu bodohi lagi,mungkin aku telah sulit untuk kamu akali dengan akal buayamu itu, sehingga kamu akan mencari wanita lain yang masih mudah untuk kamu tipu”

Untuk seseorang yang membuat aku menangis semalaman di tempat tidur.
Sering aku bertanya dalam benakku, sebenarnya apa ambisimu itu, apa ambisi yang kamu dambakan dalam duniamu yang penuh kepalsuan, mungkinkah pernah terpikirkan olehmu sesosok cinta sejati, sesosok satu-satunya cinta dan tak ada cinta-cinta lain lagi.
 
Untuk seseorang yang kedatanganya selalu bisa aku raba dengan firasatku.
Aku tak munafikan diri, jika didalam relung hati yang paling dalam perasaan itu masih tersimpan, meski telah terkikis seiring sikap-sikapmu yang acuh seperti tak perduli denganku dan kamu sering menghabiskan waktu dengan wanita-wanita lain.
Aku ingin kamu mengerti tentang hakikat Kesetiaan sesungguhnya.

Untuk seseorang yang sempat mengisi hari-hariku dengan penuh tawa,
Kamu tak pernah tahu betapa aku mencoba bernafas dan melangkah dengan ditemani bayang-bayang masa lalu bersamamu itu amat-sangat menyiksa.
 

citra's blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea