Untuk bertahan di Ibu kota itu memang sulit, ya tetapi sulit bukan berarti tidak bisa. Beberapa minggu lalu setelah aku habis kontrak dari perusahaan yang dulu bekerja, aku benar-benar pontang-panting mencari pekerjaan baru, pusing, lelah dan capek, mencoba melamar di beberapa perusahaan belum ada hasil juga, meskipun ada perusahaan yang manggil tetep aja gak lolos pas wawancaranya, ini bener-bener bikin down. Aku gak mau menjadi pengangguran yang hanya menuh-menuhin ibu kota saja. Tekat udah bulet banget buat terus maju, namun kadang ada aja hal yang bikin putus asa rasanya aku lelah berusaha. Suatu hari pada siang hari sepulang melamar pekerjaan di cikarang bekasi, waktu mau beli tiket kereta untuk pulang ke jakarta itu bener-bener mengantri, lalu kemudian mataku tertuju pada sesosok kakek tua penjual tissue di stasiun bekasi, dengan baju koko putih kusam dan pecinya, dia menghitung lembar per lembar uangnya, sungguh raut wajahnya selalu menampakan wajah yang penuh rasa syukur, aku berbicara dalam hati "ya Allah seorang kakek tua yang seharusnya dengan umurnya setua dia sudah beristirahat dirumah, tetapi dia tetap mau berusaha berjualan tissue di stasiun" iba banget rasanya kepengen nangis. Kulitnya yang coklat menandakan sinar matahari sering sekali menempa tubuh tuanya, kakek tua yang kuat, dia tak mengeluh dengan apa yang dia kerjakan sekarang, dia mau berusaha asalkan bukan meminta-minta. Aku berkaca "lihat citra kakek setua itu saja masih terus mau berusaha mencari rejeki yang halal" ya kakek dengan umur setua itu saja dia masih mau bertahan hidup, gak mau meminta-minta belas kasihan orang lain, "ah aku ini masih muda gak boleh kalah dengannya" batinku, untuk kakek penjual tissue di stasiun bekasi, terimakasih telah mengajari saya tentang ikhtiar, dan sabar, semoga rejeki yang barokah selalu melimpah buat kakek, tetep istiqomah, dan terus sehat ya kek.
Blog List
Jumat, 29 November 2013
Jumat, 08 November 2013
Rancu
memeras otak sampe rusakpun
percuma karena, inspirasi itu memang suka datang tak terduga,
kadang dia mengindik pelan.
malu-malu menyapa kita, aaah
inspirasi terkadang 11 12 ya
dengan rasa cinta, tak bisa dipaksa datang ketika kita
benar-benar menginginkannya
hadir, baiklah jadi yang dibutuhkan seorang
penulis hanya sebuah inspirasi, dan jari jemari yang mau diajak kerjasama untuk melukis kalimat, ok selamat pagi tapi untuk kali ini rupanya inspirasi sedang malas bermain denganku.
Jumat, 01 November 2013
Adik-adik yang Cantik dan Ganteng Kakak Punya Pesen nih!
Hei-hei jiwa muda ok kenalan dulu deh ya nama aku citra, umur 20 tahun haha untuk yang gak percaya boleh lihat ktp deh, ok untuk kalian para junior bisa kali manggil kakak citra, aku tuh bosen di panggil 'dek' sama yang lebih muda dari aku, yap langsung aja ya adik-adik yang manis dan keceh, jadi orang tua itu susah dan berat lho, jangan kecewain mereka karena perbuatan nakal kalian ya, aduh anaknya yang dulu lucu dan
menggemaskan sekarang berubah
jadi liar, suka bohong, dan susah
diatur, mereka sedih.
Ya sih kalo sekarang mungkin udah bisa ngerasain setengah rasanya jadi orang tua, ketika ibu menjadi satu-satunya orang tua di keluarga kami, semenjak bapak meninggal beberapa tahun lalu.
Tau banget untuk sekarang aku yang musti jadi tongkat buat nyangga mereka.
Keluarga itu seperti bagian tubuh, bapak sebagai kaki kanan dan ibu sebagai kaki kiri, lalu bagaimana ketika salah satu kaki patah, pincang bukan? Tidak seimbang? maka diperlukanlah tongkat, aku harus jadi tongkat yang kuat.
Daaan ngeliat pergaulan remaja sekarang bener-bener miris ya, pergaulan mereka bebas, ya istilah seks, minum, dan narkoba mungkin hal biasa sekarang untuk anak-anak yang tergolong usia sekolah menengah.
Adik-adik yang manis, taukah kalian orang tua kalian ingin kalian menjadi anak yang hebat, yang bisa mereka banggakan, taukah kalian penderitaan mereka? Mencari nafkah untuk menghidupi kalian agar kalian bisa tumbuh sehat, memberikan sarana pendidikan agar kalian tau etika, tapi gak sedikit dari kalian yang malah bikin malu orang tua kalian.
Berbahagialah kalian yang masih mempunyai keluarga yang utuh, jangan kecewain orang tua kalian, kalian baru bakalan ngerasa kalo orang tua kalian udah gak ada, Come on bikin orang tua kalian bangga sebelum kalian banyak menyesal, daaaan satu lagi menjadi orang tua itu berat, jangan semakin menambah beban mereka ya, cewek cantik dan cowok ganteng itu pasti gak bakalan bikin orang tuanya sedih.
Selasa, 08 Oktober 2013
Ok thanks for all
Selamat malaaaam, udah lama gak posting.
anyway terkadang perpisahan memang menyakitkan ya, aduh asli ini melow banget dari kemaren nangis mulu (cengeng) gara-gara abis kontrak kerjaaa, daaaan yang bikin sedihnya adalah pisah sama orang-orangnya.
haduh maybe sekarang konter bakery jadi sepi kali gak ada yang suka tereak-tereakan, jejeritan gak jelas, gak ada lagi yang suka nyanyi-nyanyi sambil prepair adonan.
It's so sad, beneran jadi mewek gini, sedihnya itu harus berpisah dari orang-orang yang udah kaya keluarga sendiri.
So far, banyak pengalaman laaah selama ini di konter bakery, mulai dari yang awam tentang dunia cake and bakery sekarang jadi agak tau.
Perpisahan kadang memang menyakitkan ya, sedih seriusan ini, gak bisa liat goyang itik pak udin, gak bisa ngeliat goyang bang jalinya pak dedi, oh iya pak udin dan pak dedi sekarang gak ada yang bisa ngisengin kalian lagi kan? hehe, gak ada yang suka asal nyeplos buat ngeledekin kalian, gak ada yang bisa di angkat-angkat buat dimasukin ke dalem bowl pengaduk sama kalian, uuuh aku akan sangat merindukan kalian loh haha lebay, aduh nanti pasti kangen kalo lagi nyanyi-nyanyi di backing vocalin sama pak dedi yang katanya dulu pernah ikut personel the rock tapi kerjaannya cuma make sama nyopotin sepatu ahmad dhani. Aaaa sedih, kalian sangat sesuatu loh buat aku.
Terimakasih banyak untuk all team 23 pak Indra hehe maap ya pak kadang citra suka ngeyel, pak bembeng yang suka nyubit, bu yayah yang bawel, pak didi yang suka a a a aye, pak nanang yang ah selalu bilang 'eh kaka cantik', pak dedi yang reseee akut, pak udin yang item 'tapi ngganteng kan?' Ok ini kata nenek-nenek, apriliantoh hei nanti kita harus sering ketemu ya soalnya aku takut nanti kangen sama kamu. Hesty aduh tolong jangan ciuuuum aku takut!!!, fiqiiiih aduh yang semangat ya jangan suka galau maklumin aja he'eh, anton aduh dia suka malu-malu dan he'em, iyaaa..
Terimakasih banyak untuk kalian, ok lagi narik ingus mulu nih gara-gara mewek.
Ok cukup deh kayaknya daripada ntar kosan malah banjir gara-gara air mata doang kan gak lucu, mending udahan aja ya ceritanya.
ohiya kalo kalian kangen jangan lupa isiin citra pulsa hahaha.
Sabtu, 21 September 2013
Sajak Dandelion
Seperti setangkai dandelion, yang pasrah melihat benihnya di tiup angin. Apakah kau pernah memperhatikan dandelion itu? Hanya bunga liar kecil, putih, dan tak berharga. Kadang ia tumbuh di semak, di sela batu atau dipadang gersang. Sangat tidak menarik memang, pagi itu dandelion itu mencoba menyapamu, melambai-lambai ah apakah kau tahu? Mungkin tidak. Dandelion adalah bunga yang tidak berarti, tidak seperti bunga-bunga lain seperti mawar, atau melati mereka mempunyai bau yang harum, semua orang juga tahu hal itu. Pernah terpikirkah? Ketika malam-malam datang, dandelion itu sendiri, dia terus saja berharap jika seseorang yang tadi pagi ditemuinya itu akan membawanya pulang menyimpannya, berhari-hari terus saja dia seperti itu, dandelion bunga kecil yang malang. Hingga datang sang angin, meniup benih-benihnya, meninggalkan tangkainya, dia tahu angin tak bermaksud jahat memisahkan benih-benih dari tangkainya. Benih-benih dandelion kini terbang ditiup sang angin, mencari udara dan tanah baru untuk melanjutkan hidupnya sebagai dandelion baru. Ketika pagi-pagi kau berjalan coba sesekali tengok pada sela-sela batu, pada semak-semak atau pada padang yang gersang, dapatkah kau melihat dandelion itu? tidak? Ya karena angin telah menerbangkan benih-benihnya, agar dandelion yang terabaikan itu dapat merajut hari sebagai sosok dandelion baru yang semoga tak akan terabaikan lagi. Selamatkan dandelionmu sebelum angin meniupnya semakin jauh, ah tetapi angin tak bermaksud jahat kok.
Kamis, 19 September 2013
Labirin
Ini seperti dalam sebuah labirin,
menerka-nerka berharap yang ini
adalah sebuah jalan yang benar
untuk dapat keluar, pada
kenyataannya tidak, terus menerus
menyusuri lorongnya dan lagi-lagi
menemukan jalan yang salah, namun
akan ada satu jalan yang benar untuk
dapat keluar dari labirin yang
menyesatkan itu, susuri saja terus
lorongnya sampai menemukan jalan
keluar, jangan takut!
Jumat, 13 September 2013
13 September 2013
Haruskah aku menikam dalam-dalam perasaan ini?
perasaan yang semacam virus yang bisa saja menggerogoti hatiku.
Ah mungkinkah aku harus memangkasnya setiap kali rasa-rasa itu bersemi.
Rasa-rasanya aku lelah, aku butuh istirahat, aku letih mengikuti perasaan ini.
Rabb Engkau yang maha mengetahui perasaan hambaMu, tenangkanlah aku, aku tak mau seperti ini, terus menerus tersesat mencari jalan keluar didalam labirin perasaan, Tuntun aku ya Rabbku yang maha baik.




